cara membuat biostimulan untuk tanamanAgroteknologi 

Cara membuat Enzim Biostimulant untuk Tanaman sangat mudah

Biostimulan merupakan formulasi senyawa bioaktif tanaman atau mikroorganisme yang dapat diaplikasikan pada tanaman dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi, toleransi cekaman abiotik dan/atau kualitas tanaman. Biostimulan bukan unsur hara atau pestisida, namun berpengaruh positif terhadap pertumbuhan dan kesehatan tanaman serta ramah lingkungan (Calvo et al., 2014; du Jardin, 2015).

Ibu Ira Ayu sebagai admin Grup Komunitas Pelopor Petani Muda Nusantara (KPPMN) menuturkan bahwa cara membuat ENZIM BIOSTIMULANT cukup sederhana dan mudah, hal ini bisa dilakukan sendiri oleh kalangan petani maupun masyarakat umum, dengan menggunakan bahan-bahan yang tersedia disekitar kita. adapun cara pembuatannya sebagai berikut ini : 

Bahan baku :
1. Jeruk manis (1 bagian)

enzim biostimulan
bahan jeruk manis (gambar : nusantaranews)

2. Kulit apel (1 bagian)

enzim biostimulan
bahan kulit apel (gambar : pak tani digital)


3. Kulit jeruk lemon, sitrun, nipis (tapi bukan jeruk bali) (3 bagian / 3 kg)

enzim biostimulan
kulit jeruk lemon (gambar : grid.id)

 

enzim biostimulan
kulit jeruk nipis (gambar : tirto.id)

 

enzim biostimulan
citrun / citric acid (gambar : tokopedia)

Bahan ekstraktor:
1. Gula merah (1 kg)

biostimulan
gula merah (gambar : beritalima.com)

2. Air (10 liter).

biostimulan
air jernih (gambar : Rinaldi Munir)

Cara pembuatan :
Ketiga bahan di atas ditimbang dengan perbandingan (1:1:3) dengan total berat total 3 kilogram, lalu semuanya dicacah halus atau ditumbuk atau bisa menggunakan mesin blender untuk mempercepat proses penghalusan bahan. 

Dengan begitu perbandingannya adalah 1 bagian gula merah : 3 bagian bahan baku : 10 bagian air.

biostimulan
tabung aerobic (gambar : agro pertanian)

Semua bahan dicampur menjadi satu dimasukkan ke dalam ember (wadah) dan ditutup. Setiap hari diaduk sampai 2 minggu. Kemudian setiap satu minggu sekali diaduk sampai usia 1 bulan. Setelah itu tutup rapat dengan adanya selang yg ujungnya dimasukkan ke botol aqua dan di isi air, sehingga benar-benar tanpa ada udara yang bisa masuk alias aerobic.

Seminggu sekali diperiksa, jika muncul adanya kemunculan kapang berwarna putih, maka diaduk saja atau tambahkan gula merah. lalu jangan lupa tutup rapat kembali.

Masa Panen :

Dapat dipanen diusia 3 bulan dari mulai masa pembuatan. untuk aplikasinya sesuaikan dengan masa saat tanaman seperti kondisi pertumbuhan, hama penyakit, faktor cuaca, formulasi dosis akan dijelaskan lebih lanjut pada buku Bio Cantika yang sedang dibuat oleh Ibu Ira Ayu, atau untuk eksperimen bisa menyesuaikan dosis sesuai keperluan pengguna.

Sekilas informasi bahwa dalam pembuatatan enzim biostimulan ini bukan hanya mendapatkan senyawa enzym saja, namun yang sangat penting lagi adalah mendapatkan biostimulant kelompok Carboxyl Acid yaitu Oligo Galacturonic, Asam asetat, Asam ascorbat.

Keunggulan dari Biostimulan yaitu  memiliki multifungsi bagi tanaman dilain pihak dapat juga sebagai penyedia unsur hara, meningkatkan ketersediaant hara, pengontrol organisme pengganggu tanaman, pengurai bahan organik dan pembentuk humus, serta perombak persenyawaan kimia (Kesaulya, 2015)

Facebook Comments

Related posts