Agrobisnis Perikanan Ragam Manfaat 

Tepung Cangkang Rajungan Sebagai Bahan Pakan dan Chitosan

Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki luas teritorial laut memiliki banyak sekali biota laut. Salah satu biota laut yang melimpah dan menarik adalah Rajungan. Rajungan yang banyak diambil dagingnya oleh banyak perusahan industri pengolahan Rajungan tersebar diberbagai daerah Indonesia terutama daerah yang memiliki pesisir pantai, selama ini perusahaan tersebut hanya memanfaatkan daging rajungan untuk di ekspor ke luar negeri dan menyisakan banyak limbah yaitu kulit atau cangkang rajungan.

Perlu kita ketahui bahwa cangkang rajungan memiliki ragam manfaat yang dapat kita olah dan diproduksi kembali untuk berbagai bahan lanjut. sebelum itu mari kita simak mengenai hewan tersebut :

Rajungan adalah nama sekelompok kepiting dari beberapa marga anggota suku Portunidae, Jenis-jenis kepiting ini dapet berenang dan sepenuhnya hidup di laut (wikipedia).

Jenis-jenis Beberapa jenis rajungan, di antaranya:

  • Portunus pelagicus, rajungan biasa
  • Portunus sanguinolentus, rajungan bintang
  • Charybdis feriatus, rajungan karang
  • Podophthalmus vigil, rajungan angin

Jenis-jenis berikut juga biasa ditangkap dan dikonsumsi, akan tetapi jarang dijumpai di pasar:

 

  • Charybdis callanassa
  • Charybdis lucifera
  • Charybdis natator, rajungan batik
  • Charybdis tunicata
  • Thalamita crenata, rajungan hijau
  • Thalamita danae, rajungan hijau
  • Thalamita puguna
  • Thalamita spimmata

Pemanfaatan sumberdaya perikanan dalam industri pengolahan belum dilakukan secara optimal, utamanya pemanfaatan limbah yang dihasilkan seperti cangkang, tulang, jeroan dan kulit. Cangkang rajungan adalah limbah utama yang dihasilkan dari industri pasteurisasi atau pengalengan rajungan. Dari sudut pandang bahan bagian limbah tersebut mempunyai kandungan mineral tinggi terutama Ca dan P.

Dari tujuan penelitian yang dilakukan oleh Vita Yanuar (Pascasarjana IPB) adalah membuat tepung cangkang rajungan dengan dua metode yaitu metode kering dan basah serta mengevaluasi karakteristik fisiko-kimianya termasuk kelarutan Ca dan P.

Metode pembuatan tepung cangkang rajungan tidak mempengaruhi secara nyata terhadap karakteristik fisiko-kimianya, tetapi metode basah menghasilkan rendemen lebih tinggi dan kelarutan Ca dan P sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan metode kering. Penambahan tepung cangkang rajungan pada berbagai konsentrasi (0; 0,75; 1,5; 2,25 dan 3,00%) kedalam produk crackers tidak berpengaruh nyata terhadap parameter sensori (organoleptik) melalui uji skoring, sehingga konsentrasi penambahan terkecil dan terbesar yaitu formula A dan D dipilih untuk dievaluasi karakteristik fisiko-kimianya.

Crackers formula D mengandung Ca dan P dalam jumlah tinggi dan berbeda nyata dengan formula lainnya termasuk produk komersial; tetapi crackers formula A mempunyai persen kelarutan Ca dan P tertinggi dengan nilai berturut-turut sebesar 42,12 % dan 57,08%. Mengkonsumsi 6 keping crackers formula A dapat menyumbangkan kebutuhan Ca dan P masing-masing sebesar 2,67% dan 5,45%; sedangkan crackers formula D sebesar 8,77% dan 6,18% dengan asumsi semua Ca dan P dapat diserap dengan baik oleh tubuh.

Banyak manfaat dari tepung cangkang rajungan ini yaitu seperti Pakan Ternak, Kosmetik, Pupuk Organik, Chitosan, dan beberapa produk lainnya.

Tepung Cangkang Rajungan yang sedang diproduksi adalah untuk menyokong pakan ternak bebek, ayam broiler, ayam petelur, ayam kampung, dan ternak lainnya karena mengandung protein, Kalsium, dan Pospor.

Fungsinya : menambah nafsu makan ternak yang baik, Vitamin, Daya Tahan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit, penguat cangkang telur sehingga tidak mudah pecah dan mempercepat pertumbuhan.

Adapun untuk mengetahui Industri pengolahan tepung cangkang rajungan, dengan spesifikasi stok barang yang kontinue, harga ekonomis, memiliki kandungan yang baik dapat menghubungi kontak person berikut 083 824731683.

Facebook Comments

Related posts