Info 

Sanggar Aksara Jawa Indramayu Ikuti Acara Pelestarian Manuskrip Asia Tenggara

Sanggar Aksara Jawa Kidang Pananjung Indramayu (SAJA) mengikuti acara “Preservation of Manuscripts In Southeast Asia” yang diselenggarakan oleh PPIM Uin Jakarta, Centre For The Study Manuscript Cultures dan ARCADIA pada tanggal 4-7 Juli 2018 di Hotel Santika Primiere Bintaro, Tanggerang-Banten.

SAJA mengikuti Workshop Preservation of Manuscripts In Southeast Asia (dok. Ray M. S.)
SAJA mengikuti Workshop Preservation of Manuscripts In Southeast Asia (dok. Ray M. S.)

Ray Mengku Sutentra (Ketua SAJA) menyampaikan bahwa dalam keikutsertaan Tim SAJA pada acara tersebut diharapkan dapat memberikan sumbangsih yang selama ini giat melestarikan manuskrip naskah-naskah kuno. Disamping itu juga Ki Tarka Sutarahardja selaku Penasehat SAJA dan penerjemah naskah kuno ikut memberikan pemikiran dan penemuannya yang terus berkembang dalam menjaga dan melestarikan manuskrip.

Ki Tarka dan Ray M. S. (Tim Sanggar Aksara Jawa Indramayu)
Ki Tarka dan Ray M. S. (Tim Sanggar Aksara Jawa Indramayu) (dok. Ray M. S.)

Kegiatan tersebut dalam rangka program Digital Repository of Endangered and Affected Manuscripts in Southeast Asia (DREAMSEA) mencakup dua kegiatan utama yaitu mendigitalkan naskah dan mengembangkan basis data yang akan menggabungkan semua naskah dan dapat diakses oleh semua orang.

Tujuan digitalisasi naskah langka adalah melestarikan keragaman teks yang terkandung dalam manuskrip, sementara database akan memberikan akses ke gambar digital, sehingga masyarakat dapat menggunakan pengetahuan untuk mengembangkan penelitian atau kegiatan yang didasarkan pada budaya lokal.

Adapun profil dan perjalanan SAJA yaitu sebagai berikut Sanggar Aksara Jawa Kidang Pananjung Indramayu berdiri sejak tahun 2010 berlokasi di Desa Cikedung Lor Kecamatan Cikedung Kabupaten Indramayu, serangkaian kegiatan-kegiatan yang dilakukan yaitu :

  1. Menjelajah/silaturahmi dengan pemilik naskah-naskah kuno untuk mendokumentasi, mengidentifikasi keberadaan naskah-naskah kuna di masyarakat.
  2. Melakukan kegiatan macapatan/pujanggaan di acara-acara tradisi seperti kidung bobotan, di masyarakat
  3. Melakukan alih aksara & alih bahasa pada naskah-naskah kuna, baik naskah yang di dapatkan dari masyarakat maupun naskah yang dipercayakan keraton cirebon kepada kami.
  4. Melakukan bimbingan baca tulis jawa cacarakan jawa pakem kuna dan pakem baru kepada anggota sanggar yang mayoritas masih pelajar di beberapa sekolah di wilayah cikedung dan sekitarnya.
  5. Telah ada kepercayaan menggarap naskah2 dari luar ; Madura, Yogyakarta, Ciamis, Cirebon, beberapa naskah Keraton.
  6. Anotasi naskah2 Perpusnas, Jakarta
  7. Team Rumah Budaya Nusantara Pasambangan Jati Cirebon
  8. Team Tapak Karuhun Galuh, Panjalu Ciamis

Sanggar Aksara Jawa bertujuan melestarikan warisan intelektual yang terkait dengan naskah-naskah jawa kuno dan seni tradisi seperti halnya macapat/pujanggan. Dalam menjaga dan melestarikan naskah kuna kami menemukan banyaknya naskah dari berbagai desa di Kabupaten Indramayu, naskah tersebut berisi tentang tembang macapat.

Sejalan dengan penemuan tersebut kami juga melestarikan seni tradisi macapat dengan mengapresiasikannya dari bentuk terjemahan teks ke seni pertunjukan. Hal ini karena kami merasa di era globalisasi, generasi muda sudah tidak mengenal bahkan beranggapan miring atau salah mentafsirkan arti tentang kidungan macapatan tersebut.

Sumber : Uinjkt.ac.d, tarkahanajarakajawa.blogspot.com

Facebook Comments

Related posts