Peternakan 

PETANI INDRAMAYU SUKSES MANFAATKAN BURUNG HANTU ATASI HAMA TIKUS SAWAH

Salah satu penyebab menurunnya hasil panen padi di Indramayu adalah karena serangan hama tikus sawah, tikus yang dikenal dengan nama ilmiah Rattus argentiventer saat ini masih menjadi organisme pengganggu tumbuhan (OPT) utama pada produksi tanaman pangan yaitu padi.

Pembuatan Rumah Burung Hantu (Rubuha)

Terputusnya rantai makanan pada ekosistem menjadi tingkat lonjakan persebaran tikus sawah yang cukup parah, hal ini karena hilangnya predator/pemangsa tikus seperti ular dan burung (elang, serak jawa/burung hantu).

Berbagai cara pengendalian hama tikus telah dilakukan oleh petani seperti gropyokan tikus, penggunaan racun tikus, bahkan ada yang sangat berbahaya dengan menggunakan setrum listrik namun hasilnya belum mampu menekan serangan tikus.

Petani dan Petugas POPT dilokasi Rubuha

Dari hasil pengalaman ini, mulailah petani didampingi petugas POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan) Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu memikirkan dan mencari cara pengendalian hama tikus yang efektif dan tepat guna.

Pada tahun 2017 melakukan uji coba dengan membuat Rubuha (Rumah Burung Hantu) di Desa Segeran dan Segeran Kidul dengan tujuan Rubuha akan disinggahi oleh burung hantu yang terpasang pada hamparan sawah. setelah dilakukan pengamatan selama 1-2 bulan setelah pemasarangan akhirnya Rubuha mulai ditempati oleh burung hantu.

Burung hantu di lokasi Penangkaran Kelompok Tani Sejahtera Juntinyuat (pict by dedhez anggara)

Alhasil setelah Rubuha terisi oleh burung hantu/serak jawa/tyto alba, yang biasanya rata-rata serangan hama tikus sawah 20-75% turun menjadi 10% di musim tanam berikutnya, sehingga pengendalian ini sangat efektif dalam menekan serangan hama tikus.

Saat ini pemasangan Rubuha di Kecamatan Juntinyuat sudah ada 4 (empat) desa yaitu (Segeran, Segeran Kidul, Juntinyuat, Juntiweden) sebanyak 26 Rubuha. Menurut Tri Rohaeti (POPT) Idealnya 1 Rubuha untuk hamparan sawah 5-10 Ha tergantung dari lokasi hamparan sawah tersebut.

Penangkaran Burung Hantu Kelompok Tani Sejahtera Juntinyuat 

Di Tahun 2020, Direktorat Perlindungan Tanaman Kementerian Pertanian meresmikan lokasi penangkaran burung hantu (Tyto Alba) Kelompok Tani Sejahtera di Desa Juntinyuat Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu, guna mendukung pengembangan konservasi tyto alba. 

Program pengendalian hama tikus dengan burung hantu ini akan terus disebarluaskan di wilayah Indramayu dan sekitarnya yang merupakan sentra produksi padi dengan tujuan agar hasil produksi padi meningkat dan melimpah.

Facebook Comments

Related posts