Agroteknologi Pertanian 

Petani Indramayu Prediksikan Musim Penghujan Jatuh Pada Akhir Oktober, Petani Siap MT 1

Kabupaten Indramayu mulai diguyur hujan diawal Oktober setelah mengalami musim kemarau beberapa bulan terakhir, dalam memasuki Musim Tanam (MT 1) Pertanian petani harus memperhitungkan prakiraan/prediksi cuaca.

Skenario musiman dari Prof. Sue Walker per tanggal 29/09/17: Saat ini kondisi iklim dalam fase NETRAL dengan kecenderungan berlangsungnya curah hujan Normal. Prakiraan menunjukkan sedikit cenderung ke arah berkembangnya La Nina lemah. Dalam fase Netral, kemampuan memprakirakan curah hujan itu amat rendah atau berarti keragaman curah hujan itu tertinggi (dikirim oleh Yunita-UI).

Grafik Curah Hujan Tahunan (dok. Tarsono)
Grafik Curah Hujan Bulan September (dok. Tarsono)
Grafik Probabilitas Selama 7 Tahun (dok. Tarsono)

Skenario musiman atau dikenal dengan Prediksi curah hujan jika dikaitkan dengan data probabilitas TSNK 20 (Timur Selatan NUNUK 20) dalam kondisi fase NETRAL nya adalah :

Bulan Oktober 3mm sampai 35mm, Bulan Nopember 60mm 145mm.

Menurut Tarsono  yaitu petani peneliti muda dari KPCH (Klub Pengukur Curah Hujan Indramayu) memprakirakan awal musim hujan jatuh pada dasa harian / 10 hari ketiga bulan Oktober jadi untuk petani padi agar lebih awal mempersiapkan lahan sawah dan lain sebagainya.

Tarsono sedang mengamati alat lampu perangkap serangga (dok. Tarsono)

Awal semai juga dilihat dari lampu perangkap hama yaitu jika ada penerbangan hama kupu maka dihitung 15 hari setelah penerbangan hama tersebut, kalau orang nunuk biasa menyebut sistem GENGGONG (bahasa jawa menghindar)

Alat Light Trap / Lampu Perangkap serangga (dok. Tarsono)

Prakiraan ini menunjukan untuk wilayah Kecamatan Lelea akan tepati Tarsono memprediksi bahwa untuk wilayah Kabupaten Indramayu secara umum tidak akan jauh berbeda dari perhitungan tersebut.

Informasi Prakiraan cuaca ini semoga bermanfaat  dan dapat membantu petani padi di wilayah Indramayu dan sekitarnya.

Facebook Comments

Related posts