Event Info Perikanan 

Mengenal Perahu Tembon, Perahu Super Cepat Tempo Dulu

Indonesia memiliki wilayah maritim yang cukup luas, memiliki kekayaan alam, nilai-nilai sejarah dan budaya yang melekat pada bangsa ini.

Festival Prau Prauan (dok. FestivalTjimanoek2017)

Nenek moyang yang merupakan seorang pelaut sudah diakui oleh nusantara, bukti bahwa ketangguhan dan kehebatan nelayan tradisional tempo dulu bisa kita lihat dari perahu-perahu tradisional yang dipakai untuk berlayar mencari ikan dan alat transportasi, salah satunya adalah Perahu Tembon yang digunakan para nelayan Indramayu dan Cirebon.

Miniatur Perahu Tembon Tradisional (dok. Adung Abdulgani)

Menurut Kang Tasoeka bahwa Perahu tradisional jenis Tembon ini dahulu pernah menjadi andalan para pelaut (Nelayan) di pesisir utara pulau jawa untuk melakukan aktifitasnya baik untuk mencari ikan juga untuk angkutan barang antar pulau.

Kerajinan Miniatur Perahu Tembon (dok. Darmin)

Namun sayang di dekade tahun 1980an perahu jenis ini sudah mulai di tinggalkan karena beberapa faktor penyebab, di antaranya setelah terjadinya gelombang mekanisasi perahu, jenis ini di anggap tidak efesien dan bentuknya di anggap kurang menarik sebab pembuat perahu kiblatnya beralih ke bentuk kapal yang dianggap lebih modern, padahal pada jaman dahulu semua perahu tradisional masih menggunakan layar sebagai alat penggerak utamanya, perahu jenis Tembon ini terkenal akan kelajuannya.

Bagian-bagian Perahu Tembon (dok. Kang Tasoeka)

Secara teknis perahu tradisional jenis tembon terdiri dari beberapa bagian yang mempunyai fungsinya sendiri-sendiri :

1. Serang (haluan)
Serang ini fungsi utamanya adalah untuk mengikat rangkaian papan tapi karena bentuk serang di perahu Tembon pipih sehingga tercipta pengurangan ship drag ( daya gesek antara kapal dan air ) yang rendah sehingga perahu jenis ini bisa melaju cepat di banding jenis perahu perahu tradisional lainnya.

2. Lambung
lambung perhau jenis ini berbentuk cembung ( hampir membentuk huruf U ) kembali seperti di bagian pertama bentuk seperti ini di cipta untuk mengurangi daya ship drag tersebut.

3. Welah
Welah berfungsi sebagai alat kayuh jika perhau ini memasuki sungai atau di saat tidak ada nya angin sehingga daya dorong perahu hilang , dan ini di oprasikan oleh ABK perahu tersebut.

4. Kemudi
seperti yang sekarang fungsi Kemudi adalah untuk mengarahkan haluan perahu ke arah yang akan kita tuju

5. Bangkalan
Bangkalan berfungsi sebagai tempat dudukan kemudi juga di fungsikan sebagai tempat penggolang (Nakoda) duduk mengawasi Bidak (ABK) nya.

6. Glagaran
Glagaran berfungsi sebagai tempat bambu melintang antara saka ( Tiang ) utama juga di fungsikan sebagai jemuran.

7. Kelat
Berfungsi sebagai Tulang (penguat layar)

8. Saka (Tiang ) Agung
Tempat untuk layar utama

9. Saka ( Tiang ) Anakan
Tempat untuk layar yang lebih kecil

Semua nama-nama teknis tersebut mempunyai fungsi yang saling berkaitan sehingga tercipta perahu yang hidrodinamis, dan perahu jenis Tembon ini terkenal akan kecepatannya pada jaman dahulu, tapi sayang sekarang hanya tinggal kisahnya saja yang bahkan susah untuk kita cari, sebab generasi muda sekarang sudah tidak tertarik lagi akan hal yang berbau kuno, padahal kita mengenal semboyan “Nenek moyangku orang pelaut” untuk itu perlu sekiranya kita sama-sama mengenalkan kembali sesuatu yang pernah menjadi kebanggaan nenek moyang kita itu.

Sumber : Kang Tasoeka

Facebook Comments

Related posts