Agroteknologi Info Perkebunan 

Indramayu Kedatangan Tamu dari 12 Negara Belajar Budidaya Mangga

Desa Krasak merupakan desa yang memiliki potensi tanaman mangga terbesar di Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu, sehingga Desa Krasak sebagai sentra penghasil buah mangga yang melimpah di Kabupaten Indramayu. Perkebunan mangga tepatnya di lahan sawah yang dirubah dengan ditanami pohon mangga.

Buah Mangga Gedong Gincu

Tanaman mangga yang masih berumur 1-3 tahun, lahan tersebut bisa digunakan untuk system tumpang sari dengan tanaman lain yaitu pohon mangga dengan padi. Namun jika tanaman sudah membesar yang siap produksi umur diatas 4 tahun biasanya lahan sudah difokuskan untuk kebun mangga karena tanaman mangga sudah rindang sehingga mengganggu pencahayaan tanaman tumpang sari lainnya.

Petani Desa Krasak sudah banyak belajar tentang Budidaya Tanaman Mangga, baik dari kegiatan penyuluhan dan pendampingan bak dari Dinas, Perguruan Tinggi, Lembaga Swasta, maupun rempug dan sharing pengalaman, pelatihan di kelompok tani. Wawasan serta inovasi yang didapat oleh petani mangga selalu diaplikasikan dan dicoba dalam budidaya tanaman mangga dengan tujuan optimalisasi produksi dan mencegah terjadinya serangan hama penyakit pada tanaman mangga.

Kelompok tani di Desa Krasak membudidayakan tanaman mangga sudah belasan tahun, biasanya permasalahan yang paling sulit adalah mencegah serangan hama penyakit pada tanaman mangga, seperti lalat buah, lalat buah dapat menyebabkan buah menjadi busuk dan rusak sehingga berdampak menurunnya kualitas buah dan mengurangi kuantitas yang dapat merugikan petani mangga.

Di Kelompok Tani Angling Darma, permasalahan seperti lalat buah sudah bisa diatasi dengan pengetahuan dan penerapan teknologi petani mangga yang dimiliki, dengan management penerapan perlakuan pencegahan lalat buah terhadap pohon mangga, petani dapat mencegah terjadinya serangan sehingga produksi masih tetap terjaga dan aman.

Tinjau Lapang 12 Negara (dok. Humas Kecamatan Jatibarang)

Dari keberhasilan kelompok tani tersebut rupanya membuat 12 negara yaitu Amerika Serikat, Taiwan, Burma, Laos, Vietnam, Thailand, Brunei, Kamboja, Singapura, Filipina, Timor Leste, dan Malaysia ingin mengikuti jejak yaitu dengan menimba ilmu dan mengadopsi teknologi yang diterapkan oleh Kelompok Tani Angling Darma, dengan belajar langsung dilapangan dan meninjau areal kebun mangga seluas 40 Hektar yang berlokasi di Desa Krasak Kecamatan Jatibarang (Senin, 11/09/2017).

Dari tinjau lapang tersebut semua unsur baik dari Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pertanian, Pemerintah Kecamatan Jatibarang, Pemerintah Desa Krasak, Penyuluh Pertanian dan Kelompok Tani memberikan pengetahuan dan wawasan kepada peserta 12 negara tersebut mengenai budidaya tanaman mangga dan pencegahan serangan lalat buah.

Facebook Comments

Related posts