Agrobisnis Peluang Usaha Peternakan Tokoh Inspirator 

Hobi Kicau Mania, Kang Ferry Untung Dari Ternak Murai Batu

Suara kicau burung yang merdu membuat orang tertarik untuk mendengarkannya, kicau burung di alam bebas pada pagi hari menjelang mentari terbit biasa terdengar merdu dan begitu mempesona, namun sayang keberadaan burung baik dipekarangan rumah maupun dihutan sudah mulai langka terlebih karena kondisi alam yang semakin tidak bersahabat karena ulah manusia efek dari pembangunan perumahan, pabrik dan lainnya sehingga semakin sempit ruang alam terbuka bagi ekosistem kehidupan burung.

Indukan Burung Murai Batu (dok. Arimba)

Satwa burung yang ada saat ini lebih banyak berada pada sangkar dirumah-rumah penduduk yang gemar mengoleksi dan beternak burung. Ferry Fahry Fadia merupakan pemuda yang suka dan gemar dengan burung kicau karena dinilai suaranya memiliki keindahan yang membuat ketenangan hati dan jiwa, awal mula kecintaannya terhadap burung kicau yaitu sejak dibangku sekolah menengah atas.

Saat itu Kang Ferry setiap hari pergi ke sekolah selalu melewati rumah mewah yang memiliki burung yang sangat bagus, burung itu memiliki suara kicau yang indah dan bulunya bagus dan memiliki ekor cantik, pada saat itu kang Ferry tidak tahu apa nama burung tersebut pada akhirnya karena semakin penasaran Kang Ferry bertanya kepada pemiliknya bahwa Burung tersebut adalah jenis Murai Batu.

Kang Ferry / Penangkar Burung Murai Batu (dok. Ferry)

Ketertarikan akan burung kicau terus berjalan selepas lulus kuliah Kang Fery sering ditipu oleh orang (penjual) setiap membeli burung murai karena burung yang dibeli ternyata bukan murai asli, hal tersebut karena belum paham dan mengerti jenis-jenis burung. Setelah banyak mengalami kerugian dari hobi terhadap burung akhirnya Kang Ferry bertemu dengan saudaranya yaitu seorang penangkar yang sudah berkecimpung beternak burung murai batu yang cukup mahir. Saat itu Kang Ferry diberi masukan dan saran untuk mengembangkan ternak murai dengan diberi satu pasang burung murai dari saudaranya.

Kandang Penangkaran Burung Murai Batu (dok. Arimba)

Satu pasang burung murai batu merupakan modal yang sangat berharga karena setelah dalam kurun waktu 5 tahun, Kang Ferry berhasil mengembangkan dan menjadi seorang penangkar burung murai batu sebanyak 20 pasang ekor indukan dari  satu pasang indukan. Modal terbesar beternak burung murai sebenarnya ada pada pembuatan kandang yang terbuat dari skat tembok yang dibuat secara khusus setiap pasang burung induk.

Anakan siap jual (dok. Arimba)

Disamping itu biaya pembelian indukan yang cukup mahal berkisar harga 15-25 juta setiap pasang induk kualitas breding, sehingga jika ditotal bisa mencapai ratusan juta untuk bisa beternak burung murai. Namun yang dilakukan oleh Kang Ferry bisa dicontoh bagi para pemula yang ingin beternak dengan cara step by step pengembangan sehingga modal tetap terjangkau.

Anakan Burung Murai Batu (dok. Arimba)

Biaya operasional harian yang dikeluarkan yaitu pembelian pakan (pur burung), jangkrik, dan vitamin jika dihitung setiap ruang kandang memerlukan biaya sekitar Rp. 300 ribu. Waktu yang dibutuhkan Indukan untuk proses bertelur, menetas dan siap jual anakan kurang lebih 1,5-2 bulan dengan harga jual sepasang anak burung sekitar Rp. 3-4 juta. Kualitas anakan yang dijualnya cukup diminati konsumen karena hasil dari Indukan yang memiliki kualitas baik dari sang burung juara kicau yang selalu menjadi juara kontes kicau dan sudah memiliki banyak sertifikat dan penghargaan Juara.

Burung Murai Batu Indukan (dok. Arimba)

Dari 20 Pasang Indukan rata-rata produksi setiap bulan mencapai 10 pasang anakan (jantan+betina), jika ditotal pendapatan Kang Ferry yaitu Rp. 3 juta x 10 pasang = 30 juta, dengan dikurangi biaya operasional sebesar Rp. 6 juta sehingga Kang Ferry mendapatkan keuntungan Rp. 24 juta perbulan. Lokasi penangkaran berada di Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu.

Sertifikat dan Penghargaan Juara (dok. Kang Ferry)

Pemasaran hasil produksi burungnya sudah dikirim  ke berbagai daerah seperti Indramayu, Subang, Tanggerang dan Jakarta, baik yang datang langsung maupun melalui pengiriman. Beternak burung murai masih memiliki prospek baik karena selama masih banyaknya penggemai kicau mania maupun untuk koleksi rumah, usaha menjadi penangkar burung murai masih banjir pesanan. Kang Ferry menuturkan bahwa terkadang stok produksinya masih mengalami kekurangan karena banyaknya pemesan baik dari Indramayu maupun luas daerah.

Facebook Comments

Related posts