Info Kehutanan Perkebunan 

Gerakan Tanam Kedelai, Indramayu Siap Swasembada Kedelai

Pada Tahun 2017, Pemerintah terus melakukan upaya untuk mendorong peningkatan produksi kedelai sebagai kecukupan stok kedelai dalam negeri, melalui gabungan berbagai elemen yang terdiri dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu, PerhutaniBulog, Kelompok Tani bersama-sama mencanangkan Gerakan Tanam Program Kedelai Tahun 2017 di Wilayah KPH Indramayu.

Acara Gerakan Tanam Kedelai (dok. Endang Kirno)

Pada tanggal 7 September 2017, berlokasi di Kroya, penanaman kedelai mulai dibuka yaitu bekerjasama berbagai pihak terkait dengan luas lahan yang digarap sekitar 1.500 Hektar, Jenis kedelai yang ditanam yaitu varietas Anjasmoro, karakteristik kedelai Anjasmoro memiliki potensi hasil panen 3,7 ton per Hektar, umur panen 92 hari (3 bulan) dengan bentuk biji besar, tanaman tidak mudah roboh, dan tahan penyakit.

Lahan tersebut merupakan lahan tumpang sari yang merupakan tanaman utama kayu putih, dan disela-sela lahan tersebut digunakan untuk tanam kedelai, Kedelai merupakan kebutuhan pokok sebagai bahan utama untuk pembuatan tahu dan tempe, selama ini kedelai masih Import, hal ini menimbulkan ketergantungan terhadap pihak luar, karena memang tanaman kedelai masih belum banyak dibudidayakan masal oleh petani. Diharapkan dengan serentaknya gerakan tanam kedelai dapat mencukupi kebutuhan dan bisa swasembada kedelai.

Lahan Penananam Kedelai (dok. Endang Kirno)

Memasuki musim kemarau seperti ini ada potensi untuk budidaya kedelai, karena tanaman kedelai tidak terlalu membutuhkan banyak air sehingga cocok jika dibudidayakan pada saat musim kemarau tiba setelah selesai tanam padi, sehingga timbulkan peluang untuk mencanangkan program tanam kedelai dan program ini diharapkan bisa berkelanjutkan sehingga mampu menjadi komoditas unggul khususnya di Kabupaten Indramayu.

Alat Berat Traktor Untuk Tanam Kedelai (dok. Endang Kirno)

Berbagai kendala dalam penanaman kedelai telah diantisipasi seperti ketersedian benih kedelai, modal seperti pupuk dan pestisida, Alat-alat pendukung pertanian disediakan oleh Kementerian Pertanian, dan yang paling utama adalah jaminan pasar yang akan diserap oleh pihak Bulog dengan harga pembelian sesuai ketentuan. Kelompok Tani fokus menjalankan program penanaman kedelai sampai panen melalui terapan teknik budidaya kedelai yang baik sehinggga dapat menghasilkan produksi yang maksimal.

Facebook Comments

Related posts