Info 

Efek Mudik Lebaran, Pedagang Mangga Indramayu Laris Manis

Dari mulai H-7 Lebaran, Pedagang Mangga Indramayu sepanjang jalur Pantura (Larangan-Widasari) Kabupaten Indramayu ramai pembeli yaitu para pemudik dari Jakarta (JABODETABEK) menuju lintas Jawa. Belasan pedagang Mangga Indramayu laris diserbu para pemudik untuk membeli oleh-oleh Mangga Indramayu.

Para Pemudik Yang Melintas Jalur Pantura Indramayu (Mudik 2018)
Para Pemudik Yang Melintas Jalur Pantura Indramayu (Mudik 2018)

Salah satu pedagang buah mangga Indramayu yaitu Ibu Sairoh menyatakan bahwa Mudik Tahun 2018 ini cukup ramai tidak hanya dilalui kendaraan roda dua (motor) namun roda empat (mobil) pun melintas jalur Pantura, berbeda dengan Mudik Tahun lalu yang sepi akan kendaraan roda empat sehingga banyak pedagang yang rugi (efek dari dibukanya jalur Tol Cipali).

Berbagai Mangga Indramayu (Gedong Gincu, Cengkir, Gajah, Harum Manis)
Berbagai Mangga Indramayu (Gedong Gincu, Cengkir, Gajah, Harum Manis)

Ibu Sairoh dapat menjual mangga sekitar 1-2 kwintal perhari, biasanya pemudik yang menggunakan sepeda motor membeli sekitar 2-5 Kg, jika pemudik roda empat dapat membeli 10-20 Kg, Jenis Mangga yang dijual yaitu Gedong Gincu dengan harga Rp. 25 ribu, Gajah Rp. 25 Ribu, Cengkir Rp. 20 Ribu dan Harum Manis Rp. 20 Ribu.Mangga Indramayu diburu pemudik karena terkenal dengan rasanya yang enak, manis legit dan segar.

Keberkahan Mudik Lebaran ini sangat membantu peningkatan pendapatan ekonomi para pedagang khususnya jalur Pantura dari mulai H-7 Lebaran sampai H+10 Pasca Lebaran, baik Pedagang Mangga Indramayu, Pedagang oleh-oleh, Rumah Makan, Asongan Kaki Lima, Pom Bensin dan lainnya yang kebutuhan dibutuhkan para pemudik.

 

Facebook Comments

Related posts