Agrobisnis Perkebunan 

Bertanam Jeruk Segeran, Banyak Petani Bisa Naik Haji

Jeruk Segeran adalah nama buah jeruk yang berasal dari Desa Segeran sehingga penamaan dan sebutan tersebut populer dimasyarakat luas, Jeruk Segeran merupakan potensi tanaman buah yang dimiliki oleh Kabupaten Indramayu.

Tanaman Jeruk Segeran (dok. IMS)
Tanaman Jeruk Segeran (dok. IMS)

Tanaman Jeruk Segeran sangat menjanjikan karena memiliki potensi produksi yang cukup tinggi, Jeruk ini memiliki rasa manis segar, karakter kulit hijau dari mulai muda sampai buah matang mengalami warna hijau kekuningan.

Mungkin banyak orang yang tidak mengenal dengan Jeruk Segeran pada saat ini, namun pada masa kejayaannya buah ini pernah membangkitkan perekonomian masyarakat Desa Segeran dan sekitarnya.

Potensi Agrowisata Petik Buah Langsung Jeruk Segeran (dok. IMS)
Potensi Agrowisata Petik Buah Langsung Jeruk Segeran (dok. IMS)

Sejak tahun 1980, masyarakat Desa Segeran dan sekitarnya berbondong-bondong menanam Jeruk di lahan sawah, ada yang bertanam dengan sistem tumpang sari (Jeruk dan Padi) maupun yang full kebun jeruk saja,

Panen Buah Jeruk Segeran (dok. IMS)
Panen Buah Jeruk di Desa Segeran (dok. IMS)

Luas areal tanaman jeruk mencapai ribuan hektar di lokasi Kecamatan Juntinyuat dan kecamatan lainnya seperti (Karangampel, Sliyeg, Balongan, Krangkeng).

Pada masa kejayaannya banyak petani yang berhasil bertanam jeruk dengan mendapatkan keuntungan yang berlimpah sehingga petani bisa berangkat menunaikan ibadah haji.

Packing Buah Jeruk Segeran (dok. IMS)
Packing Buah Jeruk Segeran (dok. IMS)

Sekitar tahun 1987, tanaman Jeruk Segeran mengalami kematian massal, awalnya tanaman mengalami layu, kering dan kemudian mati.

Penyebab kematian massal tersebut ada yang menyatakan karena terjadi serangan virus CPVD (Citrus Vein Phloem Degeneration) dan ada pula yang menyatakan karena adanya efek dari projek kegiatan survey seismik Pertamina EP (pengeboran dan peledakan lahan pertanian).

Setelah terjadinya bencana kematian massal tanaman jeruk, petani mengalami kerugian yang cukup besar bahkan banyak petani bangkrut dan mengalami trauma untuk bertanam kembali.

Beberapa tahun kemudian petani kembali mencoba menanam, alhasil pertumbuhan tanaman dan buah kurang sempurna, namun sebagian kecil petani masih terus bertahan menanam dengan harapan dapat mengulang kejayaan.

Ditemui oleh tim IMS dilokasi kebun milik Bapak Parikin, petani ini menaman 1000 pohon dan telah panen perdana dengan kondisi tanaman tumbuh subur.

Perkebunan jeruk di Desa Segeran masih cukup luas, petani dan masyarakat berharap potensi ini dapat kembali bangkit dan terus dikembangkan sehingga menjadi sumber perekonomian masyarakat.

Disamping itu perkebunan jeruk juga dapat dijadikan Agrowisata petik buah jeruk langsung untuk menarik wisatawan, hanya saja hal ini perlu adanya dorongan dari Pemerintah Daerah baik pengembangan tanaman Jeruk Segeran, teknologi pertanian maupun sarana dan prasarana sehingga aktivitas pertanian dan perkebunan bisa maju kembali.

Facebook Comments

Related posts